Lebih Dekat dengan Ibu Peduli Sosial, Rosmailis

AKRAB : Teh Rosma bersama para pengrajin kue cincin.

AKRAB : Teh Rosma bersama para pengrajin kue cincin.

Jadi Caleg Niat Perjuangkan Petani dan Kaum Perempuan

Calon Legislatif (Caleg) Anggota DPR RI Dapil Sukabumi dari Partai PAN Rosmailis terus gencar melakukan blusukan ke berbagai daerah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Ada Sekitar puluhan tempat dan bahkan ratusan wilayah dikunjungi perempuan yang akrab di sapa Teh Rosma ini.
Dengan modal mobil sosial (mobsos), ia terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk mengetahui aspirasi dan masalah yang terjadi di lapangan. Perempuan yang sehari-hari mengenakan kerudung ini fokus terhadap sektor pertanian dan pemberdayaan kaum perempuan. Namun demikian dirinya juga tidak kaku terhadap sektor lainnya. Berikut petikan wawancara dengan Radar Sukabumi belum lama ini.

1. Apa yang sudah dilakukan sejak memantapkan maju jadi caleg bagi masyarakat Sukabumi ?

Yang sudah saya lakukan dari sejak awal deklarasi memang banyak dari sampai blusukan ke Selatan Sukabumi sampai Utara Sukabumi terus dilakukan. Dengan memberikan pelayanan kesehatan berupa Mobil Sosial dan memperhatikan nasib para petani serta kaum perempuan atau ibu-ibu memang yang difokuskan sekarang. Dari hasil pertemuan di beberapa wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi saya merasa miris dan tidak salah untuk mencalonkan diri dengan tujuan untuk memperjuangkan nasib mereka apabila terpanggil nanti ke Senayan.

2. Dari hasil kunjungan apa yang didapatkan ?

Banyak sekali yang saya jumpai di lapangan. Seperti puluhan petani Desa Taman Jaya Kecamatan Ciemas yang membutuhkan sosok orang yang siap perjuangkan nasib petani. Di sana saya memberika wawasan tentag program tunda tebang. Selain itu juga saya mengunjungi home industri atau Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang makanan ringan tradisional kue cincin atau yang dikenal kue Ali di Kampung Cikiray Kidul Desa Sukamanah. Di sana saya melihat UKM yang lebih banyak pemberdayaan perempuan sehingga saya merasa tergerak untuk membantu mereka.

3.Setelah mengunjungi beberapa tempat, langkah apa yang akan dilakukan ?

Langkah-langkah yang akan dilakukan jelas adanya pasti yang pertama akan memperjuangkan nasib mereka. Caranya dengan akan memberikan suntikan dana dan pelatihan kepada para petani maupun kepada UKM dan perdayaan perempuan agar kedepan akan lebih baik lagi. Kalau saya ditakdirkan duduk disenayan insyaAllah akan perjuangkan harapan mereka untuk lebih baik lagi sehingga kehidupan mereka bisa sejahtra sesuai dengan undang-undang negara ini.

4. Permasalahan apa yang banyak ditemukan dikalangan petani ?

Banyak permasalahn yang harus diselasaikan di sektor itu. Mulai dari kepastian hukum d iatas lahan pertanian termasuk pengadaan pupuk yang harus dicermati oleh pemerintah dan merupakan pekerjaan yang sangat memerlukan perjuangan dari para anggota legislatif.

5. Bagaimana cara memcahkan masalah ini ?

Ini merupakan bagian yang tidak mudah. Tapi kita akan berjuang bersama-sama untuk membantu rakyat mencari solusi seperti penambahan anggaran di APBN untuk bidang pertanian. setelah turun di lapangan banyak hal yang dibutuhkan para petani yang belum disentuh tangan pemerintah. Berbagai keluhan yang masuk dari petani maupun koperasi terkait pembinaan mereka. Petani banyak membutuhkan bapak angkat begitupun koperasi. Saya akan bantu apa yang bisa saya bantu kalau nanti terilih menjadi wakil rakyat.

6. Selain petani, anda juga ingin perjuangkan hak-hak perempuan. Seperti apa langkahnya ?

Sebagai perempuan, tentunya saya sangat mengerti dengan permintaan dan keinginan kaum perempuan. Sudah saatnya perempuan juga memperjuangkan kaumnnya di kancah politik, keterwakilan perempuan di parlemen terutama di tingkat pusat sangat minim sekali. Sehingga, berbagai program yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan seringkali diabaikan bahkan belum mendapat skala prioritas dari berbagai program pemerintah.

8. Program apa yang akan dilakukan untuk kaum perempuan ?

Saat ini saya melihat cukup banyak program-program pembangunan yang bisa dibawa ke daerah. Tetapi, mungkin karena tidak begitu mendapat respon atau memang tidak ada yang akan menjangkaunya, sehingga program tersebut tidak sampai ke daerah. Kue pembangunan itu kan cukup banyak di pusat. Bak pepatah orang Minang, kalau tidak dijuluak tidak akan jatuh. Sehingga, kita perlu orang-orang yang akan manjuluak program-program tersebut. Dari Hasil kungjungan ke beberapa perkumpulan ibu-ibu baik Posyandu dan Pengajian memang mereka membutuhkan program yang menujang bagi kelangsungan kehidupan.

9. Harapan ibu bagi pemberdayaan kaum perempuan seperti apa ?

Harapan saya mewujudkan peranan perempuan dalam kesetaraan di bidang industri kecil dan menengah. Kesetaraan mengilhami perempuan pada indstri kreatif, kontribusi perempuan dalam konteks ekonomi keluarga sangat signifikan terutama usaha mikro dan kecil maka mereka patut mendapatkan keadilan untuk mengakses pasar bagi hasil produksinya. (*)

Rosmailis

Rosmailis

BIODATA

Nama : Hj. Rosmailis MS.i
Tempat Tanggal Lahir : Payakumbuh 29 September 1966.
Agama : Islam
Nama Suami : Azhary M.

Riwayat Pendidikan

1. MAN Batu Sangkar, Sumatera Barat 1982-1985.
2. Universitas Padjajaran, Fakultas Fisipol S1.
3. Universitas Mercubuana bidang Komunikasi Politik S2.

Riwayat Organisasi

1. Pengurus Masjid Salman IT Bandung.
2. Pendiri dan Ketua Yayasan Bina Bangsa Bandung.
3. Yayasan Anak Bangsa Jakarta.
4. Selama 20 tahun aktif di bidang pendidikan dan kesehatan perempuan.
5. Selama 15 tahun menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN).
6. Pencetus pendiri Kauskus Perempuan Politik Indonesia (KPPI).
7. Mendapatkan beasiswa kursus di Australia bidang politik.

Topic:

Just For You