Jawabaratnews.com

Berita dan Informasi Terlengkap Tentang Jawa Barat

Pemkot Bekasi Secara Bertahap Hilangkan Layanan SKTM

Published on Jan 15 2014 // Berita Jabar

BEKASI, (PRLM).-Pemerintah Kota Bekasi secara bertahap akan menghapuskan kebijakan penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu bagi warga yang akan berobat seiring dengan telah diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional. Para pemohon SKTM pun disarankan untuk mendaftar program JKN dan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial secara mandiri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nur Chandrani saat menghadiri rapat ‘minggon’ sekaligus sosialisasi BPJS di Kantor Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Rabu (15/1/2014).

“Selama ini SKTM banyak dimanfaatkan oleh warga yang sebenarnya mampu tapi menjadi rentan miskin saat harus berobat hingga menghabiskan uang jutaan rupiah,” katanya.

Menurut Anne, warga pemohon SKTM selama ini tidak terdaftar sebagai warga miskin yang kemudian menjadi penerima manfaat Jaminan Kesehatan Masyarakat yang didanai pemerintah pusat maupun pemegang Kartu Sehat yang pembiayaannya berasal dari APBD Kota Bekasi.

“Itu karena pada kondisi sehat yang bersangkutan tergolong mampu,” katanya.

Lebih lanjut Anne mengatakan, warga Kota Bekasi yang terdaftar dalam program Jamkesmas sebanyak 383 ribu jiwa.

Sebanyak 150 ribu jiwa lainnya mendapat Kartu Sehat yang dapat dipergunakan untuk berobat di RSUD Kota Bekasi, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Cipto Mangunkusumo, dan 34 rumah sakit swasta lain di Kota Bekasi.

Akan tetapi, pemohon SKTM masih saja ada, di luar warga yang memperoleh Jamkesmas atau Kartu Sehat. Kini, dengan berlakunya BPJS, warga yang selama memegang kartu

Jamkesmas secara otomatis menjadi peserta BPJS yang iuran bulanannya ditanggung pemerintah. Adapun pemegang Kartu Sehat saat ini tengah divalidasi ulang untuk disinergikan dengan data warga penerima kartu Jamkesmas.

“Semua camat juga lurah sudah diinstruksikan untuk memvalidasi ulang warga tidak mampu di wilayahnya supaya yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat atau justru salah sasaran ke warga yang sebenarnya mampu,” katanya.

Program Kartu Sehat diisyaratkan hanya berlaku hingga Juli 2014, seiring dengan rampungnya masa validasi warga tak mampu yang akan didaftarkan sebagai anggota BPJS. Adapun warga pemohon SKTM diimbau Anne untuk mendaftar keanggotaan BPJS secara mandiri.

“Karena pada kondisi biasa mereka cenderung mampu, maka untuk membayar iuran Rp 25.000 per bulan atau Rp 300.000 per tahun per jiwa rasanya tidak berat,” katanya. (A-184/A-89)***

Source Article from http://www.pikiran-rakyat.com/node/266113
Pemkot Bekasi Secara Bertahap Hilangkan Layanan SKTM
http://www.pikiran-rakyat.com/node/266113
http://www.pikiran-rakyat.com/feed/jawa-barat
JAWA BARAT

Berita Terkait:

Leave a comment