Retakan Tanah dan Longsor Melanda TPA Cipayung

DEPOK, (PR).- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok kritis. Kondisi TPA ambles dan longsor‎ karena kelebihan kapasitas sampah ditambah hujan yang terus mengguyur kawasan itu. 

Berdasarkan pantauan, Senin 26 September 2016, sejumlah retakan tanah terlihat di TPA Cipayung dekat Kali Pesanggrahan. Retakan itu membelah tumpukan sampah yang menggunung dan akses jalan. 

Kondisi serupa terlihat di kolam penampungan limbah air sampah atau lindi. Pagar pembatas kolam ambles dan pos pemantauannya ambruk rata dengan tanah. Sejumlah pekerja tampak membenahi kondisi jalan yang retak. Selain retak, longsor juga terjadi di area TPA. Longsoran sampah hampir menutup akses jalan. Sampah-sampah pun bertebaran di sepanjang jalan  TPA Cipayung.

“Sudah seminggu,” kata seorang pekerja mengenai kejadian tersebut di TPA Cipayung. Hal senada dilontarkan Ijo (57), warga Bulak Barat yang bekerja sebagai pemulung di TPA Cipayung. “Mungkin karena beban berat, sampah kalau (kena) hujan otomatis berat,” ucap Ijo. 

Tekanan tersebut, tuturnya, membuat tanah di bawah tumpuh sampah ambles dan longsor. Awalnya, pergeseran tersebut berlangsung perlahan hingga terjadi longsoran sampah. 

Ijo juga kaget dengat retakan yang menjalar hingga  tembok TPA. Soalnya, tembok tersebut belum lama dibangun. Kondisi tersebut menuai kekhawatiran. Apalagi, longsoran sampah pernah memakan korban jiwa di TPA Leuwigajah, Cimahi beberapa tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis TPA Cipayung Iyay Gumilar membenarkan adanya retakan dan longsor di TPA itu. “Itu pergeseran tanah,” kata Iyay saat dihubungi. 

Kejadian sepekan lalu dipicu hujan lebat yang mengguyur Kota Depok serta TPA yang kelebihan sampah.‎ “Karena TPA sudah overload, sudah tidak menampung banyak sampah, terjadi pergeseran tanah. Akibat kepenuhan sampah, ada tekanan dari atas, otomatis (sampah) ke pinggir, akhirya terdorong,” kata Iyay.

Kerusakan pun terjadi di kolam penampungan air limbah TPA Cipayung. Akibatnya, proses pengolahan air limbah yang mengalir ke Kali Pesanggrahan terhenti. Iyay mengungkapkan, perbaikan instalasi pengolahan air limbah butuh waktu dua pekan. 

Menurutnya, kondisi TPA sudah kritis karena ovekapasitas.‎ “Kondisi TPA sudah sangat meninggi (tumpukan sampahnya) 30 meter. Sangat melebihi target kita 20 meter,” ujarnya. 

Dampaknya, longsor terjadi di sana. Setiap hari, tutur Iyay, sampah yang dibuang ke TPA Cipayung mencapai 750 ton. “Sudah melebihi normal, kondisi (TPA) sudah dipaksakan,” ujarnya. 

Upaya memperluas TPA Cipayung pun terganjal penolakan warga sekitar. Iyay mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membuka TPA Nambo di Kabupaten Bogor karena kritisnya kondisi TPA Cipayung. Rencananya, TPA Nambo juga akan menampung sampah dari Kota Depok.***

Source Article from http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/09/26/retakan-tanah-dan-longsor-melanda-tpa-cipayung-380869

Topic:

Just For You